Selasa, 29 Oktober 2019

Terperangkap dalam dekap

Kamu tau,
Aku,
Iya.
Aku.

Aku, masih mengagumimu sama seperti detik pertama kita bertemu.
Saat segala sekat ego ke-aku-an ku belum setebal ini.
Saat segala asa masih dijaga seperti sedia.

Kamu,
Tetaplah menjadi kamu.
Biarkan aku tetap menetap seperti ini.
Diambang pilu antara ada dan meniada.
Meskipun kamu perlihatkan dan bahkan menuntunku untuk menyerah, aku akan tetap menetap tetap.

Aku tau kamu tau,
Hanya,
Seolah-olah kamu tak tau. Tak mau tau.
Tak peduli. Temanku berkata, yang seperti itu masih kamu agungkan? Yang seperti itu pantaskah tetap mendapat senyuman? Memangnya apa balasan yang kau dapat selain kosong dan hampa?

Satu tetes air mata luruh, bukan di pipi. Namun, di hati.
Share: