Beberapa hari ini ada saja masalah yang hadir,
Harus kuat.
Karena, ya, ini adalah bagian dari ujian yang diberikanNya.
Tapi, Allah udah berjanji kalau gak akan menguji hambanya melewati batas kemampuannya.
Sifat manusia itu berbeda,
Harusnya aku, kamu dan kita bisa lebih bijak dalam mengambil sikap dan berucap.
Oiya, jangan menjadi orang yang mudah untuk menyimpulkan.
Karena lebih sering kesimpulan yang kita buat (apalagi) mengenai pribadi seseorang itu selalu benar,
Misalnya, si junaedi itu aktif berorganisasi di kampus.
Dia ikut organisasi A, B, C dan lain sebagainya.
Karena itu dia di cap sebagai seorang aktivis.
Ya, kebanyakan orang awam akan menganggap seorang yang aktif di organisasi kampus sebagai aktivis.
Berbeda dengan seorang yang aktif di ikut lomba di bidang ke akademikan, capnya bukan aktivis tapi lebih sering sebagai anak yang berprestasi.
Karena apa? Karena dia berprestasi. Dia di akui.
In my opinion, pengakuan memang saat sini selalu di utamakan. Kalau sudah di akui ya mau apa lagi? Pengakuan menandakan dia bisa, tapi sayangnya aku tidak memandang sesuatu hal hanya berdasar pengakuan saja. Aku lebih melihat dari sudut pandang proses, bagaimana prosesnya yang bisa membentuknya.
Namun, bagi kalian yang membaca ini aku sarankan untuk jangan hanya menyimpulkan seperti itu saja.
Tidak semua mahasiswa yang aktif dalam organisasi kampus itu seorang aktivis (yang saya maksud disini aktivis yang selalu mengkritik sana sini, teriak-teriak, demo dan segala hal negatif lainnya) banyak juga mahasiswa yang aktif di organisasi memang untuk meningkatkan kualitas dirinya, pengalaman, skill dan menambah jaringan pertemanan juga lebih peduli terhadap sesama dan bermanfaat bagi sekitar.
Tapi, masih saja banyak yang beranggapan kalau masuk organisasi kampus auto jadi aktivis kampus apalagi organisasi eksekutif mahasiswa.
Terlalu cetek pemikiran sampah seperti itu, pikiran yang sangat mudah untuk men-generalisir sesuatu.
Tapi sampai saat ini tetap masih saja ada.
Seorang yang jika dari bicaranya luar biasa sempurna juga mengesankan mata, namun sangat tidak bijak dalam berucap dan bersikap.
Memang, kalimat bijak yang mengatakan
Tua itu pasti namun dewasa belum pasti itu benar adanya.
Pengalaman hidup dan interaksi sosial yang andil banyak untuk membentuk pribadi seseorang akan seperti apa.
Ditulis dengan suara hati yang sedikit kesal dan geram.