Malam tadi,
Sehabis menyaksikan acara musik
Hatiku sedikit berbisik
"Juli, kamu denger gak lirik lagunya? Kamu kayanya salah deh ikutan acara ini!"
Kemudian, aku bertanya pada hatiku.
"Lha, memangnya kenapa?"
Sedetik kemudian ia menjawab
"Di bawah basah langit abu-abu, kau dimana? Di lengannya malam menuju minggu, kau dimana?"
Lho, tapikan.
Tapi, aku menikmati musik ini, lagu ini, apalagi penyanyinya. Wah, salah satu fans beratnya aku.
"Iya, iya. Tapi aku ini hatimu. Aku yang lebih tau apa yang ada di dalamnya. Kamu, kamu malah tambah memikirkannya, kan?" Kembali ia berbisik.
Aku, sedetik terdiam.
Teringat sesuatu, beberapa hari lalu.
Ya, beberapa hari lalu. Aku dengannya kembali bertemu. Hebatnya. Iya, hebatnya setelah ia sukses membuat aku patah sepatah patahnya patah.
Ia menyapaku!
Ya, seperti adegan di film-film romance atau novel-novel remaja.
Begini ceritanya.
Sore itu, aku baru selesai kelas.
Entah ada hal apa yang menuntunku, aku sejenak singgah di sekre ukm "itu". Sekitar 30 menit, cuaca mulai sedikit mendung, aku putuskan balik ke kost.
Aku keluarkan sepedaku dari parkiran dan, cabut!
Yap, baru 2 kayuh sepedaku berjalan. Aku berpapasan dengannya.
Dia menyapaku! Iya!
"Juliiii..." ku jawab "Hai, iya"
Aku masih belum sadar kalau itu dia karena parasnya ditutupi kaca helmnya.
Sejurus kemudia aku baru menyadari siapa yang menyapaku tadi.
Yap! Dia berhasil.
Berhasil menghancurkan 'istana amnesia' yang hampir kokoh terbangun.
Kembali harus ku susun dengan sisa-sisa kenangan yang menggenang.
"Tuhkan, kamu tuh salah datang ke acara ini"
Nggak, aku nggak salah. Aku cuma masih butuh aja waktu buat bisa lupa.
Ya, lupa dengan segala sesuatu tentangnya.
Lekuk senyumnya, halus suaranya dan keramahan sikapnya.
Memang, mencoba melupakan sesuatu yang teramat membekas itu sulit.
Tapi, harus.
Setidaknya aku harus bangkit untuk kembali mengejar mimpiku.
0 komentar:
Posting Komentar