Selasa, 26 Maret 2019

Bercakap tanpa berucap

Sudah pagi.
04.01 WIB saat aku sedang menulis huruf demi huruf ini.
Baru saja hendak terpejam, aku kembali teringat situasi tadi.
Saat kita bertemu, saling berbagi tawa namun tak hanya berdua.

Iya, aku kembali bertemu denganmu lagi.
Ketidaksengajaan yang disengaja.
Kembali ikut di satu organisasi yang sama,
Sama saja mengulang kenangan dengan sengaja.

Resiko.
Siang tadi, selesai kelas aku lupa jika harus ada rapat.
Pelajaran selesai, kelas dibuka, yap. Langsung cabut balik kos.
Namun apadaya, temanku mengingatkan ku kalau siang ini ada rapat.

Yap, akhirnya balik badan, grak!
Ya, salahku juga sih.
Entah mengapa sejak saat itu aku sekarang jadi mudah lupa akan hal-hal kecil.
Semoga saja hanya sementara, kemudian bisa kembali seperti biasa.

Satu jam rapat,
Dua jam ikut seminar yang tidak diduga.
Alhamdulillah, dapet makan siang cuma-cuma.
Namun yang terpenting aku mendapat banyak sekali pelajaran siang itu.
Mulai dari kesadaran mengenai pentingnya data pribadi hingga cara menangkal hoax.
Woah!

Selesai seminar dan rapat dadakan.
Aku kembali bertemu hal yang tak jua berlalu.
Kenangan itu. Yang terkuak kembali setiap aku melihatmu.
Mungkin ia tak merasakan kenangan itu, tapi aku merasa.
Aku rasa semua tentangmu dahulu bisa dijadikan arsip memori dikepalaku yang urubg berlalu.

Aku dan kamu bertemu tadi, ingat? Atau pura-pura tidak ingat?
Kita berbagi tawa namun bukan berdua, melainkan bersama-sama.

Aku rindu,
Rindu mendengar suara tawamu.

Aku rindu,
Rindu berbicara denganmu tanpa ragu.

Aku rindu,
Rindu akan semua kerinduanku tentangmu.

Oh iya, ngomong-ngomong aku sepertinya tidak melihat kamu yang benar-benar kamu tadi sore.
Tadi itu bukan kamu yang aku kenal.
Tawamu bukan begitu, lekukan senyummu masih kurang sepersekian°.
Karena aku hafal betul.

Semoga kamu sedang baik-baik saja.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar